Tokoh Masyarakat Nilai Pemekaran Inhil Masih Sulit Terwujud

waktu baca 2 menit
Jumat, 24 Okt 2025 20:01 55 Muhammad

Kuantanxpress.id – TEMBILAHAN – Isu pemekaran Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi dua wilayah yakni Inhil Utara dan Inhil Selatan, yang dilaksanakan DPD KNPI Inhil bersama Organisasi Cipayung Plus pada Selasa Malam lalu (21/10/2025), terus menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Namun, tiga tokoh masyarakat Inhil menilai bahwa wacana tersebut masih sulit untuk direalisasikan dalam waktu dekat.

Tokoh masyarakat Inhil dari DPD Generasi Muda Pujakesuma Achmad Mulyadi, S.Km., M.Si, menilai bahwa pemekaran inhil adalah mimpi kita bersama, tetapi membutuhkan kesiapan daerah dari berbagai sisi, bukan hanya semangat politik.

“Kita semua ingin pelayanan lebih cepat dan pembangunan merata, tapi pemekaran bukan hal sederhana. Banyak syarat yang harus dipenuhi, baik administrasi, keuangan, maupun infrastruktur, dan kita butuh sosok seorang tokoh yang mau memulai bottom-up, artinya dari bawah ke atas bukan dari atas ke bawah” ujarnya.

Sementara itu, tokoh dari Fokus Ornop Bang Indra sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dukungan masyarakat memang tinggi, namun kesiapan pemerintah daerah dan kemampuan fiskal masih menjadi hambatan utama.

“Kalau keuangan daerah belum kuat, bagaimana mau membentuk daerah baru? Jangan sampai nanti malah menambah beban, kasian masyarakat yang nantinya menjadi beban” katanya.

Tokoh masyarakat lainnya, Kemas Ibnu Sanjaya, juga menambahkan bahwa sebelum berbicara tentang pemekaran, perlu dilakukan kajian menyeluruh agar tidak merugikan masyarakat.

“Pemekaran itu harus membawa manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar kepentingan kelompok atau politik. Kalau belum siap, lebih baik fokus memperkuat pembangunan di kabupaten yang ada,” tegasnya.

Ketiga tokoh masyarakat ini sepakat bahwa pemekaran wilayah Inhil masih menghadapi tantangan besar, baik dari aspek regulasi, ekonomi, maupun kesiapan infrastruktur. Mereka berharap pemerintah dan seluruh elemen masyarakat lebih bijak dalam menyikapi wacana ini, agar arah pembangunan Inhil tetap berjalan dengan baik dan berkeadilan. (**).

LAINNYA