Padang Panjang Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Galodo dan Tanah Longsor

waktu baca 3 menit
Sabtu, 6 Des 2025 08:37 73 Admin

Doa Bersama untuk Korban Bencana Galodo dan Tanah Longsor Digelar di Padang Panjang, Jum’at 5/12/2025

Padang Panjang (Sumbar), Kuantan Xpress — Pemerintah Kota Padang Panjang menggelar doa bersama untuk para korban bencana alam galodo dan tanah longsor yang terjadi pada Kamis, 27 November 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 05 Desember 2025 pukul 09.00 WIB di Jembatan Kembar, Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat.

Sekitar 500 peserta hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari unsur Forkopimda Padang Panjang, Ketua TP-PKK, Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat, Lurah, instansi vertikal, Ketua FKUB, Ketua KAN Bukit Surungan, ASN, tokoh masyarakat, serta warga Kota Padang Panjang.

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Padang Panjang mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur karena masih diberi kesehatan untuk berkumpul di lokasi yang menjadi saksi bisu dahsyatnya bencana galodo dan tanah longsor tersebut. Ia menegaskan bahwa duka yang dirasakan bukan hanya milik masyarakat Padang Panjang, tetapi juga milik semua pihak yang turut merasakan kepedihan atas musibah ini.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan para korban—baik yang telah meninggal dunia maupun yang masih dalam pencarian—serta memberikan dukungan moral dan material kepada keluarga terdampak. Selain itu, ia berharap proses penanganan bencana berjalan lancar dan seluruh petugas TNI–Polri serta relawan diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas.

Sementara itu, Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, mengajak seluruh peserta untuk bersyukur dan bersatu dalam doa. Dalam laporannya, ia menyebutkan bahwa hingga kini tercatat 77 orang masih dinyatakan hilang dan 34 orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Tim SAR gabungan dijadwalkan akan melanjutkan pencarian hingga 10 Desember 2025.

Wali Kota juga menyampaikan bahwa sebanyak 129 jiwa pengungsi direncanakan dipulangkan ke rumah masing-masing pada hari yang sama. Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, pemerintah menyiapkan solusi berupa penyewaan rumah sementara hingga relokasi hunian dapat direalisasikan.

“Insyaa Allah proses pemindahan kita lakukan hari ini. Kita doakan semua korban diberikan ketenangan, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Hendri.

Sebagai bentuk doa untuk korban yang belum ditemukan, Wako Hendri mengimbau masyarakat untuk melaksanakan salat gaib pada pelaksanaan shalat Jumat. Ia berharap musibah ini menjadi yang terakhir dan menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat serta pemerintah dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.

Tepat pukul 10.00 WIB, doa bersama dipanjatkan dengan khidmat untuk para korban galodo dan longsor. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata solidaritas dan kepedulian Pemerintah Kota Padang Panjang terhadap masyarakat terdampak, sekaligus momentum memperkuat persatuan dan menumbuhkan empati di tengah ujian yang dihadapi bersama.

(Charles Nasution)

LAINNYA