Kepala SDN 01 Kalibaru Klarifikasi Insiden Mobil MBG, Siapkan Pendampingan Trauma Healing Siswa

waktu baca 2 menit
Rabu, 17 Des 2025 02:28 14 Admin

Jakarta, Kuantanxpress | Kepala Sekolah SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Rulliyah, M.Pd., memberikan klarifikasi terkait insiden Mobil MBG yang terjadi di lingkungan sekolah pada Kamis (11/12/2025). Klarifikasi tersebut disampaikan Rulliyah saat ditemui wartawan di ruang kerjanya pada Jumat (12/12/2025).

Rulliyah menegaskan bahwa dirinya tidak berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung. Ia mengaku saat itu berada di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk mengurus fasilitas kesehatan sekolah.

“Secara pribadi, ketika peristiwa itu terjadi saya tidak berada di lokasi kejadian. Begitu pintu gerbang ditutup, saya langsung menuju ruang UKS karena sebelumnya saya membeli tempat tidur UKS. Biasanya saya berada di depan gerbang sekolah untuk menyambut siswa,” ujar Rulliyah.

Ia menjelaskan, setiap hari dirinya berangkat dari rumah sekitar pukul 05.30 WIB dan tiba di sekolah pada pukul 05.45 hingga 05.50 WIB. Setelah beristirahat sejenak, pada pukul 06.00 WIB ia mulai menyambut kedatangan para siswa.

“Setelah siswa berbaris, bel sekolah berbunyi pukul 06.30 WIB dan kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 07.00 WIB. Pada jam tersebut, pintu gerbang sekolah langsung ditutup demi keamanan dan ketertiban,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rulliyah menyampaikan bahwa SDN 01 Kalibaru memiliki agenda rutin harian bagi para siswa. Setiap Senin dilaksanakan upacara bendera, Selasa kegiatan senam, Rabu pramuka, Kamis literasi, dan Jumat kegiatan keagamaan berupa salat duha. Sebelum salat duha, siswa secara bergiliran menampilkan pembacaan Al-Qur’an, Asmaul Husna, serta pantun dari masing-masing kelas.

Terkait dampak insiden tersebut, Rulliyah mengungkapkan sebanyak 24 siswa sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Sebanyak 12 siswa sudah diperbolehkan pulang, yang ikut jaga sembilan siswa, dan tiga lainnya dirawat di wilayah Cilincing,” ujarnya di ruang kerjanya.

Sebagai langkah cepat, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan dinas terkait serta menjalin kerja sama dengan PPAPP, pihak kepolisian, dan MBG untuk memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa.

“Kami akan melakukan pendampingan trauma healing bagi anak-anak. Program ini akan melibatkan satu psikiater dan satu dokter jiwa. Setiap kelas yang berjumlah sekitar 30 siswa akan mendapatkan pendampingan,” jelas Rulliyah.

Pihak sekolah berharap upaya tersebut dapat membantu memulihkan kondisi psikologis para siswa, sekaligus memastikan kegiatan belajar mengajar di SDN 01 Kalibaru dapat kembali berjalan dengan aman, nyaman, dan kondusif.

LAINNYA