PAD Maros 2025 Melonjak, Bapenda Targetkan Rp243 Miliar di 2026

waktu baca 2 menit
Jumat, 2 Jan 2026 07:44 23 Admin

Maros, Kuantan Xpress.id— Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros tahun 2025 mengalami lonjakan signifikan. Realisasi PAD tercatat mencapai Rp329.562.919.533, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp283.056.990.320. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan PAD di Kabupaten Maros. Jumat, 02/1/2026

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros, Ferdiansyah, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Bapenda, OPD pemungut pajak dan retribusi, serta dukungan masyarakat sebagai wajib pajak.

“Alhamdulillah, realisasi PAD 2025 menunjukkan tren yang sangat positif. Ini buah dari sinergi semua pihak dan meningkatnya kepatuhan wajib pajak,” ujar Ferdiansyah.

Pada sektor pajak daerah, realisasi tahun 2025 mencapai Rp215.529.020.781, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp187.455.321.884. Hampir seluruh jenis pajak mencatatkan pertumbuhan dan menjadi penopang utama pendapatan daerah.

Sejumlah sektor pajak yang mengalami peningkatan antara lain Pajak Restoran, Pajak Tenaga Listrik, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Hiburan, serta Pajak Reklame. Selain itu, realisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada 2025 mencapai Rp22,77 miliar, dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp22,91 miliar.

Sementara itu, realisasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) pada 2025 tercatat sebesar Rp43,51 miliar, menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Ferdiansyah menjelaskan penurunan tersebut terjadi karena adanya kebijakan nasional melalui program percepatan pembangunan tiga juta rumah, yang memberikan fasilitas BPHTB gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Sepanjang 2025 terdapat 3.970 pemohon BPHTB gratis. Kebijakan ini tentu berdampak pada penerimaan daerah, namun di sisi lain sangat membantu masyarakat,” jelasnya.

Dari sisi retribusi daerah, sejumlah OPD juga mencatat peningkatan penerimaan, di antaranya RSUD dr. La Palaloi, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Perikanan, serta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan.

Untuk tahun 2026, Bapenda Kabupaten Maros menargetkan PAD dari sektor pajak daerah sebesar Rp243.175.000.000. Guna mencapai target tersebut, Bapenda akan memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum, yakni Kejaksaan dan Kepolisian, dalam penagihan piutang pajak dan retribusi daerah.

Selain itu, Bapenda juga menerapkan kebijakan pemutihan atau penghapusan denda pajak, agar wajib pajak cukup membayar pokok pajaknya. Upaya lain yang terus dilakukan adalah pendataan potensi wajib pajak baru, digitalisasi pembayaran, serta peningkatan pengawasan pengelolaan pajak dan retribusi daerah.

“Kami optimistis target 2026 dapat tercapai. Dengan kolaborasi semua pihak, PAD Kabupaten Maros akan terus tumbuh dan menopang pembangunan daerah,” tutup Ferdiansyah.(*) irwan

LAINNYA