10 jam  lalu Pramuka Kwarcab 04.02 Inhil Ikuti KKRI 2026 INHIL – Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) 04.02 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti kegiatan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Semester I Tahun 2026 yang dilaksanakan di Makodim 0314/Inhil, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa dan siswi tingkat SLTA sederajat dari berbagai gugus depan di Kabupaten Inhil. Selama dua hari, para peserta akan menerima berbagai materi teori maupun praktik yang diberikan langsung oleh para instruktur. Kegiatan KKRI dibuka langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0314/Inhil, Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., dan di hadiri Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., Sekda Inhil Drs. H. Tantawi Jauhari, M.M., Kasdim 0314/Inhil, para Perwira Kodim 0314/Inhil, serta para pembina dan instruktur Pramuka. Dalam sambutannya, Dandim 0314/Inhil menyampaikan bahwa kegiatan KKRI bukan sekadar agenda berkumpul maupun berkemah biasa, melainkan sarana strategis dalam rangka pemberdayaan wilayah pertahanan sekaligus wadah pembinaan generasi muda agar memiliki karakter yang tangguh. “Melalui latihan ini kita ingin menanamkan jiwa korsa, disiplin tinggi, dan rasa cinta tanah air yang mendalam kepada para peserta,” ujar Dandim. Ia menegaskan, tantangan bangsa ke depan semakin kompleks sehingga generasi muda harus membekali diri dengan mental juang yang kokoh, integritas, serta budi pekerti luhur agar mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Dandim berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan momentum kegiatan tersebut untuk belajar bekerja sama, mengembangkan kemampuan diri, serta menyerap seluruh materi kebangsaan dan bela negara yang diberikan oleh instruktur. “Manfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan disiplin, memperkuat semangat kebersamaan, serta membangun karakter kepemimpinan,” pesannya. Selain itu, Dandim juga berpesan kepada para instruktur agar memberikan pembinaan terbaik dengan tetap mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan selama kegiatan berlangsung. Ia berharap para instruktur dapat membimbing peserta dengan penuh dedikasi sehingga tujuan pelaksanaan KKRI dapat tercapai secara maksimal.(Mhd)
10 jam  lalu Pramuka Kwarcab 04.02 Inhil Ikuti KKRI 2026 INHIL – Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) 04.02 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti kegiatan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Semester I Tahun 2026 yang dilaksanakan di Makodim 0314/Inhil, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa dan siswi tingkat SLTA sederajat dari berbagai gugus depan di Kabupaten Inhil. Selama dua hari, para peserta akan menerima berbagai materi teori maupun praktik yang diberikan langsung oleh para instruktur. Kegiatan KKRI dibuka langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0314/Inhil, Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., dan di hadiri Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., Sekda Inhil Drs. H. Tantawi Jauhari, M.M., Kasdim 0314/Inhil, para Perwira Kodim 0314/Inhil, serta para pembina dan instruktur Pramuka. Dalam sambutannya, Dandim 0314/Inhil menyampaikan bahwa kegiatan KKRI bukan sekadar agenda berkumpul maupun berkemah biasa, melainkan sarana strategis dalam rangka pemberdayaan wilayah pertahanan sekaligus wadah pembinaan generasi muda agar memiliki karakter yang tangguh. “Melalui latihan ini kita ingin menanamkan jiwa korsa, disiplin tinggi, dan rasa cinta tanah air yang mendalam kepada para peserta,” ujar Dandim. Ia menegaskan, tantangan bangsa ke depan semakin kompleks sehingga generasi muda harus membekali diri dengan mental juang yang kokoh, integritas, serta budi pekerti luhur agar mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Dandim berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan momentum kegiatan tersebut untuk belajar bekerja sama, mengembangkan kemampuan diri, serta menyerap seluruh materi kebangsaan dan bela negara yang diberikan oleh instruktur. “Manfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan disiplin, memperkuat semangat kebersamaan, serta membangun karakter kepemimpinan,” pesannya. Selain itu, Dandim juga berpesan kepada para instruktur agar memberikan pembinaan terbaik dengan tetap mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan selama kegiatan berlangsung. Ia berharap para instruktur dapat membimbing peserta dengan penuh dedikasi sehingga tujuan pelaksanaan KKRI dapat tercapai secara maksimal.(Mhd)

‎PW-MOI Inhil Minta Tengkulak Sawit Patuhi Harga Acuan Pemprov Riau, Fitra: Jangan Sesukanya Menentukan Harga ke Petani ‎

waktu baca 2 menit
Sabtu, 23 Mei 2026 11:38 82 Muhammad

Kuantanxpress.id – TEMBILAHAN – Ketua PW-MOI Indragiri Hilir (Inhil) Fitra Andriyan, meminta para tengkulak atau pengepul tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hilir agar mematuhi harga acuan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perkebunan.

‎Menurutnya, kepatuhan terhadap harga acuan sangat penting untuk melindungi hak-hak petani sawit, khususnya petani swadaya, agar tidak mengalami kerugian akibat permainan harga di tingkat lapangan.

‎“Harga yang telah ditetapkan pemerintah merupakan acuan resmi yang dihitung berdasarkan berbagai indikator, mulai dari harga CPO hingga indeks K. Karena itu, kami meminta para tengkulak tidak membeli sawit petani jauh di bawah harga yang telah ditetapkan,” tegas Ketua PW-MOI Inhil, Sabtu (23/5/2026).

‎Ia mengatakan, saat ini harga TBS sawit di Provinsi Riau masih berada pada tren positif. Berdasarkan penetapan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, harga sawit untuk kelompok umur tertentu bahkan telah menembus kisaran Rp3.800 hingga Rp4.000 per kilogram dalam beberapa periode terakhir.

‎Namun di lapangan, lanjutnya, masih ditemukan adanya perbedaan harga yang cukup signifikan antara harga acuan pemerintah dengan harga pembelian oleh sebagian tengkulak  yang menembus selisih angka wajar dibawah 2,ribu/kilogram, dari patokan harga Pemprov Riau.

‎PW-MOI Inhil menilai kondisi tersebut dapat berdampak langsung terhadap pendapatan petani yang selama ini bergantung pada hasil kebun sawit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

‎“Kami berharap seluruh pihak dapat menjaga stabilitas harga dan tidak mengambil keuntungan berlebihan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit. Petani harus mendapatkan harga yang layak sesuai ketetapan pemerintah,” ujarnya.

‎Selain itu, ia juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap praktik pembelian sawit di lapangan agar tidak merugikan petani kecil.

‎Diketahui, penetapan harga TBS sawit di Riau dilakukan secara berkala oleh tim penetapan harga bersama Dinas Perkebunan Provinsi Riau dengan mengacu pada regulasi terbaru, termasuk Permentan Nomor 13 Tahun 2024.

LAINNYA