Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, PT SBL Salurkan 39.350 Masker ke 20 Lokasi di Kuansing

waktu baca 2 menit
Jumat, 16 Okt 2026 03:36 72 Redaksi

KUANSING|KX – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, ditunjukkan PT Subur Berkah Lestari (SBL).

Perusahaan tersebut menyalurkan sebanyak 39.350 masker ke 20 lokasi berbeda pada Rabu (14/10/2026).

Penyaluran masker dilakukan secara serentak oleh tim PT SBL.

Bantuan menyasar sejumlah lokasi, mulai dari sekolah, pondok pesantren hingga desa.

Langkah ini dilakukan di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Kuansing.

Dampaknya pun mengkhawatirkan, dengan sekitar 1.700 masyarakat dilaporkan mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Humas PT SBL, Yose Rizal, mengatakan penyaluran puluhan ribu masker tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak kabut asap.

“Penyaluran masker ini merupakan bentuk kepedulian PT SBL terhadap masyarakat Kuansing yang saat ini sedang dilanda kabut asap,” ujar Yose Rizal, Rabu (14/10/2026).

Menurutnya, masker menjadi salah satu kebutuhan penting untuk membantu masyarakat melindungi diri ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.

“Kami berharap masker yang disalurkan ini dapat membantu masyarakat melindungi diri dari paparan kabut asap, terutama bagi anak-anak sekolah dan masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar rumah,” katanya.

Selain membagikan masker, tim PT SBL juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mengabaikan perlindungan diri selama kabut asap masih terjadi.

Yose mengingatkan masyarakat untuk selalu mengenakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Jangan menganggap sepele kondisi kabut asap karena kesehatan harus menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.

Tak hanya soal penggunaan masker, PT SBL juga mengajak masyarakat berperan aktif mencegah munculnya titik api baru yang dapat memperburuk kondisi udara.

Masyarakat diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kebiasaan membakar sampah juga diminta dihentikan karena berpotensi menambah polusi udara.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar saat membuka lahan maupun membakar sampah. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar kabut asap tidak semakin parah,” tegas Yose.

LAINNYA