
INHU|KX – Tragedi mengenaskan terjadi pada anak SD KB (8), warga buluh rampai, kec. Seberida, kab. Indragiri Hulu Riau.
Siswa kelas 2 SD tersebut di laporkan meninggal dunia dengan dugaan penganiayaan oleh kakak kelasnya, Minggu 1/6/2025.
Sontak menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat dan tentunya mahasiswa. Koordinator BEM daerah Indragiri hulu Muhammad Rezki, sangat menyayangkan hal ini karena salah satu generasi emas bangsa telah gugur dalam lingkungan yang di anggap tempat paling aman yakni lingkungan sekolah.
Kami selaku BEM Indragiri hulu menyayangkan kasus sekonyol ini bisa terjadi, kecolongan dari pihak sekolah juga menjadi penyesalan terbesar bagi kami, kasus bullying pastinya menjadi fokus utama di kabupaten Indragiri hulu sejak lama, namun sampe detik ini masih saja ada kasus-kasus seperti ini, kami yakin bahwa bullying masih banyak di kabupaten Indragiri namun kasus ini yang memakan korban. Ungkap rezki.
Ini menjadi PR besar bagi pemerintah kabupaten Indragiri, terutama pada dinas pendidikan dan dinas P3A. Kami mendesak pemerintah agar lebih waspada dan segera melakukan langkah kongkrit untuk kasus-kasus konyol seperti ini. Tambah Rezki.
Untuk 5 kakak yang dugaan tersebut, kami mendesak kepolisian dan pihak penegak hukum untuk melakukan langkah sesuai dengan aturan per undang-undangan yang pantas untuk di jalan kan.
Kami percaya kasus ini di akibatkan dari berbagai macam faktor, namun kadis pendidikan agar segera mengevaluasi sekolah tersebut, dan melakukan rehabilitas terhadap 5 anak yang di duga sebagai pelaku dalam kasus ini. Ujarnya Rezki.
Rezki berharap, tidak ada lagi kasus-kasus konyol ini, dan juga semoga kabupaten Indragiri hulu, yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai kota layak anak, itu memang betul-betul nyata,” tutupnya, Rezki.