Dukung Program Asta Cita, Polisi Cek Pekarangan Bergizi Tanaman Cabai di Singingi

waktu baca 2 menit
Selasa, 12 Mei 2026 06:44 27 Redaksi

KUANSING|KUANTANXPRESS– Upaya mendukung program ASTA CITA Presiden Republik Indonesia terus dilakukan hingga tingkat desa.

Salah satunya melalui pengembangan pekarangan bergizi yang kini mulai digalakkan di wilayah Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, jajaran Polsek Singingi melakukan pengecekan lahan pertanian tanaman cabai rawit milik warga bernama Asman di Desa Kebun Lado, Kecamatan Singingi.

Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana melalui Kapolsek Singingi, AKP Azhari mengatakan, lahan seluas kurang lebih 6.000 meter persegi itu ditanami cabai rawit yang tumbuh cukup baik dan dinilai memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Di tengah tingginya kebutuhan pasar terhadap cabai, keberadaan lahan produktif tersebut diharapkan mampu membantu meningkatkan pendapatan warga.

Pengecekan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Kebun Lado, Aipda Devy Asnadi.

“Selain memantau kondisi tanaman, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang tengah digencarkan pemerintah,” ujar AKP Azhari.

AKP Azhari menyebutkan, keterlibatan polisi dalam program pekarangan bergizi merupakan bagian dari upaya membangun sinergi bersama masyarakat, khususnya dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan.

“Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan yang ada menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomi,” tambahnya.

Menurutnya, program pekarangan bergizi memiliki manfaat jangka panjang karena selain mendukung ketersediaan pangan, juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Melalui pengelolaan pekarangan bergizi ini diharapkan dapat membantu peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya warga Desa Kebun Lado. Jika dikelola serius, hasilnya tentu dapat dirasakan langsung oleh warga,” katanya.

Ia juga berharap langkah yang dilakukan Asman dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya agar memanfaatkan pekarangan maupun lahan kosong untuk ditanami komoditas pertanian yang produktif.

“Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan terkecil. Jika masyarakat mau menanam dan memanfaatkan lahannya, maka itu sangat membantu kebutuhan pangan sekaligus menambah penghasilan keluarga,” tambahnya.

LAINNYA