Masuk ke Dunia Kerja, 72 Mahasiswa Teknik Informatika UNIKS Diingatkan Jaga Etika dan Nama Almamater

waktu baca 3 menit
Kamis, 23 Jul 2026 05:20 58 Redaksi

KUANSING|KUANTANXPRESS – Sebanyak 72 mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS), mulai menghadapi fase baru dalam perjalanan akademiknya.

Mereka resmi dilepas untuk melaksanakan Kerja Praktik (KP), Rabu (22/7/2026).

Prosesi pembekalan dan pelepasan mahasiswa Angkatan 2023 tersebut berlangsung di Ruang 2.4 Fakultas Teknik UNIKS.

Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi mahasiswa untuk keluar dari ruang-ruang perkuliahan dan menguji ilmu yang selama ini dipelajari di tengah dinamika dunia kerja yang sesungguhnya.


Sebanyak 72 mahasiswa akan ditempatkan di sejumlah instansi pemerintah dan perusahaan swasta.

Lokasi penempatan tersebar di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) hingga sejumlah daerah lain di Provinsi Riau.

Ketua Pelaksana Kerja Praktik, Nofri Wandi Al Hafiz, S.Kom., M.Kom., mengatakan penempatan mahasiswa di berbagai instansi tersebut dirancang agar mereka tidak hanya memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman kerja nyata.

“Pada tahun 2026 ini sebanyak 72 mahasiswa secara resmi kami lepas untuk melaksanakan Kerja Praktik. Mereka akan ditempatkan di berbagai instansi pemerintah maupun perusahaan swasta, baik di Kuansing maupun di luar kabupaten dalam wilayah Provinsi Riau,” ujar Nofri Wandi.

Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu beradaptasi dengan tuntutan profesional.

Kerja Praktik menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana ilmu Teknik Informatika diterapkan dalam berbagai kebutuhan organisasi, pemerintahan, maupun dunia usaha.

Namun, tantangan yang dihadapi mahasiswa bukan semata soal kemampuan teknis.

Mereka juga dituntut mampu berkomunikasi, bekerja dalam tim, mematuhi aturan, serta menunjukkan sikap profesional.

Dekan Fakultas Teknik UNIKS, Agus Candra, S.T., M.Si., menegaskan bahwa Kerja Praktik tidak boleh dipandang sebatas formalitas untuk memenuhi syarat akademik.

“Kerja Praktik bukan hanya sebagai syarat akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan kompetensi, membangun etika kerja, serta memperluas pengalaman di dunia industri dan pemerintahan,” kata Agus Candra.

Ia mengingatkan mahasiswa agar menjaga sikap dan nama baik almamater selama berada di lokasi penempatan.

“Mahasiswa yang mengikuti KP ini harus menjaga nama baik Universitas Islam Kuantan Singingi di mana pun ditempatkan,” tegasnya.

Hal senada juga ditekankan Ketua Program Studi Teknik Informatika UNIKS, Helpi Nopriandi, S.Kom., M.Kom.

Ia mengingatkan agar mahasiswa memanfaatkan masa Kerja Praktik sebagai kesempatan untuk menyerap pengalaman sebanyak-banyaknya.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar secara langsung dari dunia kerja. Tunjukkan kemampuan terbaik, aktif berkolaborasi, serta jadikan pengalaman Kerja Praktik sebagai bekal untuk menghadapi tantangan di dunia profesional setelah lulus nanti,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengikuti prosesi pelepasan.

Mereka juga mendapatkan pembekalan mengenai mekanisme pelaksanaan Kerja Praktik, etika komunikasi di lingkungan kerja, tata cara penyusunan laporan, hingga berbagai arahan teknis yang wajib dipedomani.

Pembekalan ini menjadi penting karena mahasiswa akan membawa nama institusi ketika memasuki lingkungan kerja.

Sikap, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, dan tanggung jawab mereka akan menjadi bagian dari penilaian terhadap kualitas lulusan UNIKS.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dekan Fakultas Teknik Agus Candra, Ketua Program Studi Teknik Informatika Helpi Nopriandi, serta seluruh dosen Program Studi Teknik Informatika.

Melalui program ini, Fakultas Teknik UNIKS berharap mahasiswa tidak hanya pulang membawa laporan Kerja Praktik.

Lebih dari itu, mereka diharapkan membawa pengalaman, jaringan, kemampuan baru, serta pemahaman yang lebih realistis tentang dunia profesional.

Sebab, setelah lulus nanti, dunia kerja tidak lagi menilai mahasiswa dari nilai akademik semata.

Kemampuan menerapkan ilmu, berkomunikasi, bekerja sama, menjaga etika, dan menyelesaikan persoalan akan menjadi ukuran penting dalam menentukan daya saing mereka.

LAINNYA