Miris, Gaji Honorer & Penjaga Sekolah di Maros Turun Drastis hingga Setengahnya

waktu baca 2 menit
Jumat, 5 Sep 2025 23:13 89 Admin

Maros,Kuantanxpress– Dunia pendidikan di Kabupaten Maros Mungkin sedang tidak baik baik saja. Pasalnya, sejumlah tenaga honorer di sekolah-sekolah negeri mengalami pemotongan gaji yang cukup signifikan, sehingga menambah beban hidup mereka. Jumat, 05/09/2025.

Seorang ibu berinisial ST, tenaga honorer yang telah puluhan tahun mengabdi di salah satu SMP di Maros, mengungkapkan keluh kesahnya. Dengan tanggungan empat anak, ia kini hanya bisa menggantungkan hidup dari honor sekolah yang justru semakin berkurang.

“Dulu saya digaji Rp1 juta per bulan, tapi sekarang ini hanya menerima Rp500 ribu,” ujarnya dengan nada sedih. Kamis, 04/09/2025.

Nasib serupa juga dialami sang suami yang bekerja sebagai Penjaga sekolah di SMP Gaji yang sebelumnya Rp750 ribu kini hanya  Rp250 ribu.

Kami berharap pemerintah Daerah, pusat bisa mendengar jeritan hati kami, agar hidup kami bisa lebih layak,” tambah ST.

Menanggapi hal tersebut, Plt, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros Andi Wandi Bangsawan Putra Patabai, S.STP., MM menjelaskan bahwa pemotongan gaji honorer tersebut merupakan dampak dari Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025.

Dalam aturan itu, disebutkan bahwa pembiayaan honor bagi guru, pendidik, dan tenaga kependidikan non-ASN hanya boleh menggunakan maksimal 20% dari anggaran satuan pendidikan negeri, serta 40% bagi satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat.

Ketentuan tersebut berlaku dalam pelaksanaan BOP PAUD Reguler, BOS Reguler, dan BOP Kesetaraan Reguler Tahun Anggaran 2025, yang dihitung dari 50% pagu alokasi dalam satu tahun anggaran.

Beberapa pemerhati pendidikan di Maros menilai, pemotongan gaji honorer tanpa solusi lain berpotensi menurunkan semangat mengajar dan berdampak pada kualitas pendidikan.

“Pendidikan bukan hanya soal bangunan sekolah atau fasilitas. Guru adalah ujung tombak. Kalau kesejahteraannya tidak terjamin, tentu berpengaruh pada kualitas pembelajaran,” ujar seorang aktivis pendidikan di Maros.

Hingga kini, para tenaga honorer dan penjaga sekolah di Maros masih menunggu langkah nyata pemerintah untuk memberikan kebijakan yang lebih berpihak kepada mereka.(*Ar)

 

Jurnalis: Mirwan

LAINNYA