Miris, Masyarakat Desa Kuala Patah Parang, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir Melahirkan di Kantor Desa.

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Feb 2026 07:07 33 Muhammad

Ket gambar : kantor Pustu Kuala patah Parang

 

Kuantanxpress.id – Inhil – Kabid KUMHAM dan Advokasi Dewan pimpinan cabang LSM Elang Mas Kab. Indragiri Hilir, merasa Iba dan sedih dengan Keadaan Masyarakat Desa Kuala Patah Parang, terkhusus dalam bidang kesehatan, sudah beberapa tahun terakhir Pustu di desa tersebut tidak dapat digunakan dan di Fungsi kan Karena Kurang nya kelayakan bangunan untuk ditempati.

Masyarakat setempat sangat berharap dalam hal ini mohon adanya tindak lanjut dan perhatian pemerintah kabupaten menyikapi hal tersebut, agar masyarakat terasa nyaman dan aman dan mendapatkan hak Nye dalam bidang kesehatan, salah satu Contoh Masyarakat disana Melahirkan di kantor Desa, pasien berinisial S (19) melahirkan pada hari pukul 10.00 WiB kamis 5/2/2026.

Awak media saat konfirmasi ke suami pasien berinisial IB (31) membenarkan berita yang beredar di media sosial, bahwa istri nya di Bawa dari rumah yang terletak di ujung kampung ke Kantor Desa yang berjarak kurang lebih 2 KM dengan berjalan kaki pada pukul 04.15 WIB, karena mengingat kondisi air yang lagi surut sehingga tidak bisa memakai kendaraan laut, beliau menuturkan bahwa beliau salah satu termasuk keluarga kurang mampu, sehingga harus mengikuti aturan dan prosedur, jika melahirkan dirumah meskipun ada BPJS dikenakan Biaya berkisar Rp. 500.000-800.000, sehingga dengan keterpaksaan dan kesedihan beliau harus membawa istri nya ketempat yang sudah disiapkan sementara salah satu masyarakat setempat juga mengatakan HS (42) bahwa pelayanan kesehatan disana sangat miris, karena setiap kali masyarakat berobat tidak pernah gratis meskipun di Jam kerja, karena dengan alasan berobat tidak di Pustu, disebab kan harus dipanggil kerumah masyarakat atau pun kerumah tim medis disana.

Saat awak media pertanyakan kepada kepala desa Kuala Patah Parang Dedi melalui seluler membenarkan bahwa kemaren memang ada yang melahirkan di kantor desa karna Pustu sudah tidak layak di gunakan. (Mhd)

LAINNYA