Nelayan Concong Keluhkan Kelangkaan Solar, Aktivitas Melaut Lumpuh Hampir Sepekan

waktu baca 2 menit
Rabu, 11 Feb 2026 03:31 12 Muhammad

Kuantanxpress id – CONCONG , INHIL – Masyarakat Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, khususnya para nelayan, mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di SPBU setempat.

Kondisi ini menyebabkan aktivitas melaut lumpuh hampir selama satu minggu terakhir.
Para nelayan menyebut, sejak beberapa hari terakhir mereka tidak dapat membeli solar di SPBU, padahal BBM tersebut merupakan kebutuhan utama untuk mengoperasikan kapal dan peralatan melaut.

Akibatnya, banyak nelayan terpaksa menghentikan aktivitas mencari ikan yang menjadi sumber penghidupan utama mereka.

“Sampai hampir satu minggu ini kami tidak bisa melaut karena solar tidak bisa dibeli di SPBU. Kalau tidak melaut, otomatis tidak ada penghasilan,” ujar salah seorang nelayan Concong, Selasa (10/2/2026) Malam.

Kelangkaan solar ini dinilai sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat pesisir. Selain nelayan, petani dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada hasil laut juga ikut terdampak.

Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, ditegaskan bahwa penyediaan dan pendistribusian BBM harus menjamin ketersediaan energi secara merata dan berkeadilan bagi masyarakat.

Selain itu, Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Lebih lanjut, secara hukum, penyediaan dan pendistribusian BBM bersubsidi diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 191 Tahun 2014 sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2021, serta sejumlah revisi teknis lainnya.

Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa minyak solar (Gas Oil) merupakan Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) yang disubsidi oleh pemerintah dan diperuntukkan bagi konsumen pengguna tertentu, termasuk nelayan.

Kecamatan Concong sendiri merupakan wilayah pesisir yang menjadi tempat bermukimnya Suku Duano, salah satu masyarakat adat pesisir di Kabupaten Indragiri Hilir.

Sekitar 80 persen masyarakat Concong berprofesi sebagai nelayan, sehingga ketergantungan terhadap BBM jenis solar sangat tinggi.

Kelangkaan solar yang terjadi saat ini dinilai sangat memukul sendi kehidupan masyarakat pesisir, khususnya nelayan tradisional yang tidak memiliki alternatif sumber energi lain selain solar.

Masyarakat Concong berharap pemerintah daerah, instansi terkait, serta pihak Pertamina dapat segera turun tangan untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

Mereka meminta agar pasokan solar kembali normal dan distribusinya diprioritaskan bagi nelayan yang benar-benar membutuhkan.

“Kami minta ada perhatian serius dari pemerintah. Jangan sampai nelayan terus dirugikan, karena ini menyangkut perut keluarga kami,” tambah nelayan lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU maupun instansi terkait mengenai penyebab tidak dapat dibelinya BBM solar oleh nelayan di Kecamatan Concong.

LAINNYA