

Papua Barat Daya Memukau di Bogor, Ribuan Penonton Beri Standing Ovation untuk Tim Lasqi
Bogor, Jawa Barat — Kuantan Express
Kamis malam 4 Desember 2025 menjadi momentum bersejarah bagi Tim Lasqi Papua Barat Daya dalam ajang nasional yang digelar di Lapangan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor. Di bawah udara malam yang sejuk, ribuan penonton memenuhi area pertunjukan untuk menyaksikan para peserta dari berbagai daerah, namun sorotan utama jatuh pada 13 putri terbaik Papua Barat Daya.
Dengan langkah mantap dan penuh keyakinan, tim ini naik ke panggung membawa identitas daerah, harapan masyarakat, serta doa dari kampung halaman. Begitu lampu panggung menyala, suasana hening berubah menjadi sorak yang menggetarkan.
Suara Pembuka yang Menggetarkan Penonton
Intro musik yang lembut mendadak pecah oleh suara jernih Sarah Yunita, qoriah sekaligus vokalis utama yang juga seorang guru MTs di Kota Sorong. Suaranya yang lembut namun kuat membuat penonton tertegun. Beberapa detik hening, lalu tepuk tangan pertama bergema dan tidak berhenti hingga penampilan berakhir.
“Papua Barat Daya luar biasa! Ini calon juara!” teriak beberapa penonton sambil merekam dengan ponsel.
Aura bangga, rasa kagum, dan euforia menyebar di seluruh penjuru lapangan.
Harapan dan Kebanggaan dari Sisi Panggung
Pembina tim, Sanusi Rahaningmas, terlihat memandangi para peserta tanpa melepaskan pandangan. Wajahnya menyimpan haru dan kebanggaan setelah melewati proses panjang membina anak-anak muda tersebut hingga tampil di level nasional.
“Alhamdulillah, malam ini anak-anak tampil sangat luar biasa. Saya bersyukur, sangat bersyukur. Melihat sambutan penonton, saya optimis. Semoga Papua Barat Daya menjadi juara,” ujarnya usai penampilan.
Sementara itu, salah satu Ketua Fraksi Partai Golkar Papua Barat Daya yang turut hadir menyampaikan apresiasinya.
“Usaha sudah maksimal. Mulai dari kabupaten, provinsi hingga nasional. Juara atau tidak, kami tetap bangga pada Tim Lasqi Papua Barat Daya,” ungkapnya.
Penonton: ‘Tim Ini Tidak Sekadar Tampil, Mereka Menghentak’
Dukungan dari penonton terus mengalir. Banyak yang meyakini penampilan Papua Barat Daya kali ini layak berada di posisi teratas.
“Kalau penilaian juri objektif, harusnya Papua Barat Daya juara,” ujar seorang penonton.
Penonton lainnya menambahkan,
“Gerakannya kompak, vokalnya bersih, auranya kuat. Susah cari tandingannya.”
Bagi banyak orang, penampilan ini bukan sekadar hiburan—tetapi pengalaman artistik dan spiritual yang meninggalkan kesan mendalam.
Seni Kasidah Sebagai Pemersatu Timur dan Barat
Kehadiran tim dari Papua Barat Daya membuktikan bahwa seni kasidah mampu menembus batas budaya dan geografis. Mereka tampil bukan hanya membawa lagu, tetapi identitas dan ruh seni dari tanah timur.
Pesan yang mereka bawa sangat jelas:
“Kami hadir, kami berkarya, dan kami membawa ruh kasidah dari Papua Barat Daya.”
Penutup: Jejak yang Tinggal di Lapangan Tegar Beriman
Saat lampu panggung mulai meredup, tepuk tangan penonton masih menggema. Banyak yang menoleh ke arah tim, seolah hendak menyampaikan terima kasih atas penampilan luar biasa malam itu.
Satu hal tersisa dari malam tersebut:
Papua Barat Daya tidak hanya tampil. Mereka memikat dan menggugah.
Mereka menanamkan keyakinan bahwa gelar juara bukan hanya harapan—tetapi peluang yang sangat dekat.
(Amar S)