
KUANSING|KX – Aksi teror pelemparan batu kembali menghantui para sopir kendaraan berat yang melintasi ruas jalan Benai,Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Insiden yang disebut sudah berulang kali terjadi itu membuat para sopir truk pengangkut kayu dihantui rasa cemas setiap kali melintas pada malam hari.
Lokasi yang disebut paling rawan berada di jalan lintas Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Sentajo Raya, tepatnya di kawasan pendakian Dusun Jirak, Jalur Patah. Para sopir mengaku ruas tersebut kerap menjadi lokasi aksi pelemparan batu oleh orang tak dikenal.
Terbaru, aksi tersebut terjadi pada Rabu (29/6/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Sebuah truk Hino bernomor polisi BK 8398 FI menjadi sasaran pelemparan saat melintasi kawasan tersebut.

Batu yang menghantam kendaraan mengakibatkan kaca samping kanan truk pecah. Sopir juga mengalami luka pada jari telunjuk akibat serpihan kaca yang beterbangan saat benturan terjadi.
Para sopir mengaku peristiwa seperti ini bukan kali pertama terjadi.
Mereka bahkan menyebut aksi pelemparan batu sudah sering menimpa kendaraan berat yang melintas di jalur tersebut, terutama pada malam hingga dini hari.
“Kami selalu cemas setiap kali melewati ruas jalan itu. Kalau sudah masuk kawasan pendakian Dusun Jirak, kami selalu waspada karena takut tiba-tiba ada batu yang dilempar,” ungkap Sabar, salah seorang sopir truk kayu, Kamis (2/7/2026).
Mereka berharap aparat kepolisian segera turun tangan melakukan patroli rutin dan mengungkap pelaku aksi pelemparan batu yang dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan lain jika terjadi kecelakan.
Sabar juga meminta pemerintah daerah ikut memberi perhatian terhadap persoalan ini dengan memasang penerangan jalan serta kamera pengawas di titik-titik rawan, sehingga aksi kriminal yang meresahkan pengguna jalan itu dapat dicegah sebelum kembali memakan korban.
“Jika sopir terkejut saat atau aksi itu mengenai sopir, sopir bisa refleks bangting setir. Ini membahayakan pengguna jalan lain juga. Jangan sampai ada korban yang lebih parah atau bahkan meninggal dunia. Kami berharap polisi meningkatkan pengamanan di lokasi rawan, menangkap pelakunya, dan memberi efek jera agar aksi seperti ini tidak terus berulang. Kami hanya ingin bekerja mencari nafkah dengan rasa aman saat melintas di jalan tersebut,” harap Sabar.