Tokoh Adat Durian Cacar Dukung Pengelolaan Kebun Agrinas dan Peluang Kerja Masyarakat

waktu baca 3 menit
Kamis, 5 Mar 2026 16:21 29 Amat Jaya

INHU|KX- Dukungan terhadap operasional kebun kelapa sawit yang dikelola secara mandiri oleh PT Agrinas Palma Nusantara (APN) di eks kebun PT Selantai Agro Lestari (SAL) terus mengalir dari masyarakat adat setempat. Salah satunya datang dari tokoh adat Suku Talang Mamak di Desa Durian Cacar, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), yang menegaskan komitmen mendukung penuh pengelolaan kebun tersebut.

Batin Model Bangka, selaku tokoh adat Suku Talang Mamak, menyampaikan bahwa masyarakat adat di wilayah Durian Cacar tidak pernah menduduki maupun menguasai kebun sawit yang saat ini dikelola oleh APN. Ia juga meminta aparat penegak hukum menindak tegas oknum yang mengatasnamakan masyarakat Talang Mamak untuk melakukan penjarahan atau pencurian hasil kebun.

“Kami dari Suku Talang Mamak di Durian Cacar tidak ada yang menguasai atau menduduki kebun yang dikelola Agrinas eks PT SAL, jika ada yang mengganggu oprasional mitra Agrinas dalam pengelolaan kebun sawit eks PT SAL silahkan ditangkap dan di proses sesuai hukum,” ujar Batin Model Bangka kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).

Batin Model menjelaskan bahwa sebelumnya Patih Edi Darma, tokoh panutan talang mamak di Durian Cacar telah menyampaikan kepada seluruh anak kemenakan Suku Talang Mamak agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum, khususnya pencurian tandan buah segar (TBS) dari kebun sawit yang kini dikelola APN.

Menurut Batin Model, lahan yang menjadi kebun kelapa sawit di wilayah adat Talang Mamak Durian Cacar tersebut dulunya merupakan kawasan hutan di Talang Durian Cacar yang kemudian dibeli oleh pihak PT Selantai Agro Lestari dari pemilik lahan yang merupakan anak kemenakan Suku Talang Mamak untuk kebun kelapa sawit.

Seiring berjalannya waktu, kebun sawit tersebut kemudian diserahkan kepada Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dan kini dikelola oleh PT Agrinas Palma Nusantara.

“Kami berharap anak kemenakan Talang Mamak bisa bekerja di kebun Agrinas eks PT SAL. Tidak ada niat kami untuk menguasai, apalagi menduduki kebun tersebut,” ujar Bangka yang akrab disapa Batin Model.

Batin Model juga menegaskan bahwa hubungan komunikasi antara masyarakat adat dengan pihak pengelola kebun berjalan dengan baik. Dalam operasionalnya, APN menggandeng mitra kerja yaitu PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri yang menjalankan pengelolaan kebun secara penuh di wilayah kebatinan Suku Talang Mamak Durian Cacar.

Menurutnya, kehadiran operasional kebun tersebut justru memberikan peluang kerja bagi masyarakat lokal, khusunya dirinya sebagai masyarakat asli talang mamak dibandingkan saat PT SAL beroperasional.

“Alhamdulillah, banyak anak kemenakan Suku Talang Mamak yang sudah bekerja di kebun Agrinas eks PT SAL. Kami mendukung penuh penegakan hukum jika ada pihak-pihak yang mencoba mengganggu operasional kebun eks PT SAL yang dikelola Agrinas tersebut,” tegasnya.

Dukungan dari tokoh adat talang mamak diharapkan dapat menjaga kondusivitas wilayah Oprasional kebun Agrinas eks PT SAL sekaligus memastikan pengelolaan kebun sawit berjalan lancar, memberikan manfaat ekonomi, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. **

LAINNYA