Senator Jelita Donal Dorong Penguatan Koperasi dan UMKM di Sumatera Barat

waktu baca 4 menit
Kamis, 16 Okt 2025 10:34 57 Admin

Senator Jelita Donal Dorong Penguatan Koperasi dan UMKM di Sumatera Barat

Padang (Sumbar), Kuantanxpress — Dalam upaya memperkuat sektor koperasi serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Barat, Senator H. Jelita Donal, Lc., melaksanakan kunjungan kerja ke Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat pada Kamis, 16 Oktober 2025. Pertemuan berlangsung di Aula Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumbar, Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang, mulai pukul 09.00 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumbar Dr. H. Hendrizal, S.E., M.Si, Sekretariat DPD RI Sumbar, perwakilan Dinas Koperasi Kabupaten/Kota, serta Bulog Provinsi Sumbar

Kinerja dan Capaian Dinas Koperasi Sumbar

Dalam paparannya, Dr. Hendrizal menyampaikan bahwa saat ini terdapat 6.600 koperasi di Sumatera Barat, terdiri dari 4.400 koperasi non-Merah Putih dan 1.264 koperasi Merah Putih yang telah diproses 100 persen. Ia menjelaskan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) akan diarahkan menjadi koperasi syariah, kecuali untuk wilayah Kepulauan Mentawai yang disesuaikan dengan kondisi lokal.

“Kami tetap bekerja dengan penuh semangat walaupun anggaran program belum tersedia. Kami termotivasi karena Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta, adalah putra asli Sumatera Barat,” ujar Hendrizal.

Sumbar saat ini menempati peringkat ke-4 nasional dalam pengurusan Koperasi Merah Putih (KMP) dan ditargetkan naik ke posisi pertama setelah kendala jaringan di beberapa daerah dapat diatasi.

Lebih lanjut, Hendrizal menambahkan bahwa Kopdes dan Kopkel berada di bawah pengawasan langsung Wali Nagari atau Lurah, dengan fokus pada penguatan ekonomi rakyat — meliputi pengadaan pupuk, solar untuk nelayan, pengelolaan lobster, sembako bersama Bulog, serta ekspor hasil pertanian.

Selain berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, koperasi juga diharapkan menjadi penunjang ekonomi masyarakat desa dan kelurahan. Dinas juga mensyaratkan minimal pendidikan D3 bagi pegawai yang terampil komputer. Sementara itu, pembangunan kantor Kopdes dan Kopkel akan melibatkan TNI AD dan ditargetkan rampung pada Januari 2026.

Sebagai upaya memperluas jaringan, Dinas Koperasi Sumbar tengah menjajaki kerja sama dengan Koperasi Kana Jawa Timur.“Saya berharap dukungan dari Ustadz Jel agar gerakan koperasi di Sumbar terus berkembang dan ekonomi masyarakat semakin meningkat. Kami juga berharap beliau dapat kembali berkunjung di akhir tahun nanti,” ujar Hendrizal.

Pandangan Dinas Koperasi Kota Padang

Dari sisi daerah, Kadis Koperasi Kota Padang menjelaskan bahwa KMP Pasie Nan Tigo kini fokus pada sektor perikanan dan telah memperoleh bantuan dari pemerintah pusat.
Ia menambahkan bahwa Wali Kota Padang memberikan perhatian besar terhadap pengembangan koperasi, di antaranya melalui subsidi margin bagi pelaku usaha.

Namun, ia juga menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap regulasi agunan pinjaman koperasi, karena belum sepenuhnya mampu menumbuhkan kedisiplinan pelaku usaha di lapangan.

Bulog Dorong Stabilisasi Pangan dan Pengendalian Inflasi

Sementara itu, perwakilan Bulog Sumbar menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban melaksanakan operasi pasar murah serta berperan penting dalam pengendalian inflasi daerah.

“Presiden sangat serius menjaga stabilitas pangan nasional. Untuk Sumbar, kami telah diberikan kuota 100 gudang Bulog, namun realisasinya menunggu keaktifan pemda dan pemko dalam menyiapkan lahan dan pengajuan,” jelasnya.

Adapun komoditas utama yang menjadi fokus Bulog Sumbar yakni padi, jagung, dan kedelai (Pajale).

Senator Jelita Donal: Koperasi Adalah Gerakan Ekonomi Rakyat

Dalam tanggapannya, Senator H. Jelita Donal (Ustadz Jel) memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat dan dedikasi Dinas Koperasi Sumbar.

“Gerakan dan perjuangan Pak Kadis patut diacungi jempol. Bekerja tanpa anggaran namun tetap maksimal menunjukkan komitmen luar biasa,” ujarnya.

Senator asal Sumatera Barat ini menegaskan bahwa koperasi merupakan tulang punggung ekonomi rakyat yang perlu dikelola secara profesional, disertai dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya koperasi.

“Kita harus bersama-sama membangun kesadaran dan kecerdasan masyarakat agar koperasi benar-benar menjadi penunjang ekonomi rakyat,” tegasnya.

Ustadz Jel juga mengibaratkan Bulog sebagai ‘Rangkiang’ dalam tradisi Minangkabau, yaitu tempat penyimpanan hasil panen yang berfungsi menjaga ketersediaan pangan masyarakat. Ia berharap kuota 100 gudang Bulog di Sumbar dapat segera terealisasi.

Di akhir pertemuan, Senator Jelita Donal menyampaikan bahwa seluruh masukan dan aspirasi yang diterima akan dibawa ke tingkat pusat melalui DPD RI, guna memperkuat kebijakan nasional dalam bidang koperasi dan UMKM.

Reporter: Charles Nasution
Editor: Tim Redaksi

Senator Jelita Donal Dorong Penguatan Koperasi dan UMKM di Sumatera Barat

LAINNYA