Pemkab Inhu Perkuat Barikade Hadapi Karhutla 2026: Delapan Langkah Strategis Disepakati

waktu baca 3 menit
Rabu, 8 Apr 2026 17:32 17 Amat Jaya

Kuantanxpress.id Rengat, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu mempertebal kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan tahun 2026 lewat Rapat Koordinasi lintas sektoral yang digelar Rabu, 8 April 2026, di Gedung Dang Purnama, Rengat.

Rakor strategis ini dihadiri langsung Bupati Inhu Ade Agus Hartanto, S.Sos, M.Si, Wakil Bupati Ir. H. Hendrizal, M.Si, jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Inhu Sabtu P. Sinurat, Sekretaris Daerah, para Asisten dan Staf Ahli, kepala OPD, instansi vertikal, seluruh camat dan kepala desa, perwakilan perusahaan se-Kabupaten Inhu, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Status Siaga Darurat Sudah Ditetapkan Sejak Maret.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Inhu, H. Ergusfian, S.Sos, dalam laporannya menegaskan Pemkab Inhu telah resmi menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla sejak 10 Maret 2026 dan berlaku hingga 30 November 2026.

Langkah ini diambil merespons prediksi cuaca ekstrem dan potensi kemarau panjang yang rawan memicu titik api. Rakor ini, kata Ergusfian, digelar untuk menyinkronkan rencana kerja semua pihak agar penanganan di lapangan berjalan efektif dan efisien.

“Kita ingin memastikan seluruh pihak memiliki langkah yang terkoordinasi, baik dalam aspek pencegahan maupun penanggulangan saat terjadi bencana,” jelasnya.

Bupati: Pencegahan Dini Jadi Prioritas, Sanksi Tegas Menanti Pelaku

Membuka rakor, Bupati Ade Agus Hartanto menekankan seluruh elemen harus mengutamakan pencegahan dini. Ia mengingatkan kondisi cuaca yang kian ekstrem berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

“Kerja sama lintas sektor adalah kunci. Kita harus siap siaga menghadapi potensi kemarau panjang dan akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti sengaja menyebabkan kebakaran,” tegas Bupati.

Ia juga mengajak pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat berperan aktif. Peninjauan rutin ke wilayah rawan karhutla serta respons cepat di lapangan dinilai krusial untuk meminimalisir dampak.

Prediksi BMKG: Curah Hujan Turun Mulai Juni

Berdasarkan paparan Stasiun Meteorologi BMKG Japura, curah hujan di wilayah Inhu pada April hingga Mei 2026 diperkirakan masih kategori menengah. Namun memasuki Juni, curah hujan diprediksi turun ke kategori rendah. Musim kemarau diperkirakan berlangsung 2 hingga 4 bulan ke depan.

Delapan Rekomendasi Strategis Disepakati

Dipimpin Plt Kalaksa BPBD Inhu, rakor menghasilkan delapan poin rekomendasi yang akan segera diimplementasikan
Apel siaga dan pakta integritas. Gelar pasukan dan peralatan, disertai penandatanganan pakta integritas penanggulangan Karhutla.

Bentuk Posko Dalkarhutla: Pos Komando Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan dibentuk dari tingkat kabupaten hingga kecamatan.

Patroli sinergis, Patroli rutin dilaksanakan bersama BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat. Sosialisasi masif: Gencarkan sosialisasi pencegahan Karhutla ke seluruh lapisan masyarakat.

Cek kesiapan perusahaan: Tim Posko akan mengecek langsung kesiapan SDM dan peralatan Karhutla di perusahaan perkebunan.

Bangun sekat kanal, Perusahaan perkebunan diperintahkan membangun blocking kanal di lahan sendiri dan membantu di lahan masyarakat untuk menjaga ketersediaan air saat kemarau.

Pantau aktivitas warga, Camat, lurah, dan kepala desa diinstruksikan memantau aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu Karhutla di wilayah masing-masing.

Proses hukum tegas: Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan akan dilaksanakan tanpa kompromi.

Melalui komitmen bersama dan delapan langkah strategis ini, Pemkab Inhu optimis mampu menekan risiko dan dampak Karhutla selama musim kemarau 2026.

LAINNYA