Dari Pesisir Tanah Merah, Inovasi Siswa Menggema: Lolos OPSI 2026 Lewat Pengolahan Limbah Organik

waktu baca 2 menit
Senin, 13 Apr 2026 07:06 45 Muhammad

Kuantanxpress.id – Tanah Merah — Kabar membanggakan datang dari SMP Negeri 1 Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Dua siswa kelas VII, Raffa Arfan Nur dan Zahrajiah, berhasil lolos ke tahap penelitian dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026.

Pengumuman hasil reviu dan seleksi proposal penelitian tersebut secara resmi diumumkan pada 6 April 2026. Dalam hasil tersebut, kedua siswa SMPN 1 Tanah Merah dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahap pelaksanaan penelitian.

Tahapan penelitian ini dijadwalkan berlangsung mulai April hingga Agustus 2026, sebagai bagian dari proses lanjutan dalam kompetisi OPSI tingkat nasional.

Di bawah bimbingan Ibu Rahmawati, M.Pd., kedua siswa mengangkat penelitian berbasis kearifan lokal dengan judul “Pengaruh Komposisi Media Tanam Berbasis Limbah Lokal terhadap Pertumbuhan Sawi Caisim (Brassica rapa L.) pada Lahan Pasang Surut.”

Penelitian ini berangkat dari kondisi wilayah pesisir Kecamatan Tanah Merah yang memiliki potensi limbah organik melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai, melalui sentuhan inovasi justru diolah menjadi media tanam yang produktif dan ramah lingkungan.

Salah satu bahan yang dimanfaatkan adalah limbah tumbuhan nipah yang banyak ditemukan di sekitar bantaran Sungai Indragiri. Inovasi ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan pertumbuhan tanaman, tetapi juga menjadi solusi dalam pengelolaan limbah organik di lingkungan masyarakat.

Kepala SMP Negeri 1 Tanah Merah menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut.

“Selamat kepada ananda Raffa Arfan Nur dan Zahrajiah serta Ibu Rahmawati, M.Pd. atas prestasi ini. Semoga sukses pada tahap penelitian dan dapat memberikan hasil terbaik,” ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi yang menginspirasi bagi siswa dan sekolah lain.

“Walaupun berada di wilayah kecamatan, hal itu bukan menjadi penghalang untuk berinovasi. Justru dari lingkungan sekitar, siswa mampu mencari solusi nyata dalam menangani limbah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihak sekolah berharap penelitian ini tidak hanya berhenti pada ajang kompetisi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi sekolah dan masyarakat sekitar.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa inovasi dapat lahir dari mana saja, termasuk dari daerah pesisir. Semangat dan kerja keras siswa SMP Negeri 1 Tanah Merah diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi sekolah lain untuk terus berkarya, berinovasi, dan berprestasi di tingkat nasional

LAINNYA