
ACEH BESAR11072026 – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mountala Kabupaten Aceh Besar resmi menutup rangkaian Masa Orientasi dan Tes Kemampuan Karyawan yang telah berlangsung intensif selama tiga hari. Agenda penguatan internal ini ditutup langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Tirta Mountala, Ir. Yusmadi, MM.
Seremoni penutupan tersebut turut dikawal oleh Anggota Dewan Pengawas T. Abulis Samarkhan, ST; Direktur Umum Devid Zainal, SE; serta Kabag Umum Sunawar, ST. Kehadiran jajaran manajemen puncak ini menegaskan pentingnya konsolidasi kapasitas SDM dalam mendongkrak performa pelayanan air bersih di Aceh Besar.
Sinergi Kompetensi Teknis dan Komitmen Moral
Acara diawali dengan laporan dari perwakilan Tim Penguji, Muhammad Taufik, ST—yang mengoordinasikan asesmen bersama Muhammad Ichsan Nizali, SE, CPLA, dan Sudirman, ST. Dalam laporannya kepada Direktur Utama, tim penguji menyatakan bahwa seluruh peserta telah dibekali secara komprehensif mengenai regulasi bisnis proses perusahaan serta cetak biru Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari hulu ke hilir.
Merespons laporan tersebut, Anggota Dewan Pengawas T. Abulis Samarkhan, ST, dalam amanatnya mengingatkan agar kapasitas teknis yang telah diuji dapat berjalan selaras dengan integritas di lapangan.
”Tes kemampuan ini adalah instrumen penting untuk memastikan kualitas SDM kita memenuhi standar pelayanan. Namun yang paling utama, kuasai aspek teknis tersebut dan bentengi dengan integritas mutlak. Kejujuran di lapangan adalah penentu utama marwah dan kepercayaan publik terhadap Perumda Tirta Mountala,” ujar T. Abulis.
Pesan Tegas Plt Dirut: Transformasikan Ilmu Menjadi Solusi
Saat memimpin prosesi penutupan, Plt Dirut Ir. Yusmadi, MM menyampaikan apresiasi tinggi kepada tim penguji dan peserta, sekaligus memberikan instruksi tegas terkait arah kerja ke depan. Beliau menekankan bahwa fase teori telah usai dan kini saatnya karyawan membuktikan kompetensinya lewat eksekusi nyata.
“Materi proses bisnis dan SPAM yang digodok selama tiga hari ini jangan sampai menguap begitu saja. Masyarakat Aceh Besar tidak butuh teori tebal di atas kertas; yang mereka tuntut adalah air bersih mengalir lancar dan respons cepat dari kita saat ada kendala. Saya minta seluruh ilmu ini segera ditransformasikan menjadi aksi nyata di lapangan. Jalankan tugas mulia ini dengan ramah, solutif, dan sepenuh hati,” tegas Ir. Yusmadi.