
Kuantanxpress id – BELANTARAYA – Dinamika sosial dan politik di Desa Belantaraya belakangan ini memicu perhatian berbagai pihak. Menanggapi situasi yang berkembang, salah seorang tokoh warga yang terlibat langsung dalam pelaporan persoalan desa ke pihak kepolisian angkat bicara. Ia menyerukan pentingnya ketegasan lembaga desa serta kedewasaan masyarakat dalam menyikapi persoalan yang terjadi demi kemajuan Desa Belantaraya ke depan.
Saat ditemui media, pelapor yang enggan disebutkan namanya ini menyatakan harapannya agar seluruh elemen masyarakat, mulai dari warga umum, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, hingga tokoh masyarakat dapat bersikap lebih tegas dan aktif mengawal roda pemerintahan desa.
”Saya berharap warga Desa Belantaraya dan pihak BPD, tokoh agama, serta tokoh masyarakat yang ada, bisa lebih tegas dalam menyikapi persoalan yang terjadi di desa kita ini. Warga tentu mendambakan desa ini dipimpin dengan baik dan membawa perubahan yang positif untuk kemaslahatan bersama,” ujarnya.
Kriteria Pemimpin Masa Depan dan Netralitas Pribadi
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kriteria objektif dalam memilih calon pemimpin Desa Belantaraya pada masa-masa yang akan datang. Menurutnya, masa depan desa sangat bergantung pada kualitas dari pemimpin yang terpilih.
”Untuk ke depannya, pilihlah seorang pemimpin dengan mempertimbangkan latar belakang pendidikan, pengalaman, dan kemampuan nyata dalam memimpin desa. Kita butuh pemimpin yang amanah dan mampu membangun desa dengan baik,” tambahnya.
Terkait desas-desus dan komentar negatif yang menyerang dirinya di media sosial, ia menanggapinya dengan kepala dingin. Ia menegaskan tidak memiliki motif personal atau dendam pribadi terhadap Kepala Desa Belantaraya yang saat ini menjabat.
”Yang berkomentar tidak baik tentang saya mungkin memiliki pandangan yang berbeda, dan saya sangat menghargai setiap pendapat yang disampaikan. Saya pribadi tegaskan tidak pernah memiliki hubungan apa pun terkait persoalan pribadi dengan kepala desa. Ini murni menyangkut kepentingan umum,” tegasnya.
Kritik Harus Sesuai Aturan, Bukan Serangan Pribadi
Di sisi lain, ia juga menyayangkan pola penyampaian kritik di media sosial yang belakangan ini dinilai keluar dari koridor etika, seperti menyerang ranah pribadi atau menyebarkan konten milik orang lain tanpa izin. Ia mengimbau agar kekecewaan terhadap kebijakan desa disalurkan melalui jalur-jalur yang konstitusional.
”Jika memang ada kekecewaan terhadap kebijakan atau kepemimpinan desa, sebaiknya disampaikan dengan cara yang baik, santun, dan sesuai aturan yang berlaku. Bukan dengan cara menyerang pribadi atau memposting milik orang lain yang tidak ada sangkut pautnya,” imbaunya.
Perkembangan Laporan di Kapolres dan Upaya Damai
Mengenai jalannya proses hukum pasca-pelaporan yang ia layangkan ke Kapolres, ia mengakui bahwa dukungan riil di lapangan memang terbatas, namun hal itu tidak menyurutkan langkahnya demi menegakkan kebenaran. Ia juga membenarkan adanya iktikad penyelesaian dari pihak kepala desa.
”Selama saya melapor ke Kapolres terkait persoalan ini, yang mendukung saya secara terbuka memang hanya beberapa warga. Namun saya tetap menghargai semua sikap dan pendapat masyarakat. Perihal upaya damai di Kapolres, memang sempat ada upaya penyelesaian secara baik-baik dari pihak kepala desa,” pungkasnya menutup wawancara.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Belantaraya terpantau kondusif, sementara warga berharap agar jalur mediasi maupun proses hukum yang berjalan dapat memberikan jalan keluar terbaik demi pembangunan desa yang lebih transparan dan akuntabel.