Kemenag Inhil Gelar Maulid Nabi dan Perpisahan Kepala Kemenag di Hotel Top 5, Publik Pertanyakan Sumber Anggaran

waktu baca 3 menit
Senin, 31 Agu 2026 15:01 13 Muhammad

Kuantanxpress.id – TEMBILAHAN — Pelaksanaan kegiatan yang melibatkan jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi perhatian publik. Pasalnya, kegiatan Maulid Nabi dan acara perpisahan Kepala Kemenag Inhil yang memasuki masa purna tugas disebut digelar di Hotel Top 5 Tembilahan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Informasi yang dihimpun, pada Minggu malam, 30 Agustus 2026, digelar kegiatan Maulid Nabi di aula Hotel Top 5 Tembilahan.

Sejumlah tamu yang hadir dalam kegiatan tersebut menyebutkan bahwa acara tersebut merupakan kegiatan Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh Kemenag Inhil. Mereka juga menyampaikan bahwa pada keesokan harinya akan dilaksanakan acara perpisahan Kepala Kemenag Inhil.

Pelaksanaan kegiatan di hotel tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, khususnya mengenai sumber pembiayaan kegiatan.

Publik Pertanyakan Sumber Anggaran

Di tengah kebijakan pemerintah yang tengah mendorong efisiensi anggaran, masyarakat mempertanyakan anggaran yang digunakan untuk membiayai rangkaian kegiatan tersebut.

Publik mempertanyakan apakah kegiatan tersebut menggunakan anggaran negara, sumber anggaran lain yang sah, serta pos belanja apa yang digunakan apabila bersumber dari anggaran pemerintah.

Selain itu, masyarakat juga meminta transparansi mengenai besaran anggaran yang digunakan, termasuk biaya tempat, konsumsi, perlengkapan dan kebutuhan lain dalam kegiatan tersebut.

Digelar pada Hari Kerja, Kehadiran ASN Disorot

Sorotan lainnya muncul terkait kegiatan perpisahan Kepala Kemenag Inhil yang disebut dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026, yang merupakan hari kerja dan waktu pelayanan publik.

Sejumlah unsur yang disebut hadir antara lain staf Kemenag, penyuluh agama, jajaran Kantor Urusan Agama (KUA), serta unsur sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan apakah kehadiran aparatur dan pegawai dalam kegiatan tersebut berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat di kantor maupun satuan kerja masing-masing.

Masyarakat menilai kegiatan kedinasan perlu tetap mempertimbangkan tugas utama aparatur, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dua Kegiatan, Publik Minta Transparansi

Pertanyaan publik tidak hanya berkaitan dengan lokasi kegiatan, tetapi juga pembiayaan dua kegiatan yang berlangsung pada 30 dan 31 Agustus 2026.

Masyarakat meminta agar sumber anggaran, nomenklatur belanja, besaran biaya, serta dasar pelaksanaan kegiatan dapat dijelaskan secara terbuka apabila memang menggunakan anggaran pemerintah.

Sebaliknya, apabila kegiatan tersebut menggunakan sumber pembiayaan lain yang sah dan tidak bersumber dari APBN, penjelasan juga dinilai penting agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Kemenag Inhil Belum Memberikan Klarifikasi

Media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Kemenag Inhil terkait pelaksanaan kegiatan, sumber anggaran, besaran biaya, serta alasan pemilihan Hotel Top 5 sebagai lokasi acara.

Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak Kemenag Inhil belum memberikan jawaban atau klarifikasi atas pertanyaan tersebut.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kemenag Kabupaten Indragiri Hilir maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan resmi.

Publik kini menunggu transparansi mengenai sumber pembiayaan kegiatan tersebut, terlebih pelaksanaannya berlangsung di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.(Tim)

LAINNYA