Turun ke Lokasi Karhutla Parit 18, Ketua PW-IWO Riau Kritik Satpol PP: Jangan Cuma Apel dan Patroli

waktu baca 3 menit
Sabtu, 5 Sep 2026 05:20 17 Muhammad

Kuantanxpress.id – TEMBILAHAN, – Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, mengkritik keterlibatan personel Satpol PP Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kritik itu disampaikan Muridi setelah turun langsung melakukan peliputan di lokasi karhutla Sungai Beringin, Parit 18, Kecamatan Tembilahan, Sabtu (5/9/2026).

Muridi mengatakan saat berada di lokasi dirinya melihat tim gabungan berjibaku menangani karhutla di tengah panas dan asap. Namun, berdasarkan pengamatannya, personel Satpol PP yang berada di lokasi saat itu terlihat mengikuti apel dan melakukan patroli.

“Saya tadi berada langsung di lokasi karhutla Sungai Beringin, Parit 18, meliput bersama tim gabungan. Dari yang saya lihat di lapangan, anggota Satpol PP yang hadir sejauh ini hanya mengikuti apel dan patroli,” kata Muridi.

Menurut Muridi, kehadiran personel di lokasi karhutla seharusnya dapat menambah kekuatan tim di lapangan sesuai tugas, fungsi, kewenangan dan komando penanganan karhutla.

“Mohon maaf, kalau kehadiran hanya sebatas apel, berbaris dan patroli tanpa ikut membantu kerja nyata penanganan karhutla, menurut saya lebih baik tidak perlu diterjunkan ke lokasi,” tegasnya.

Ia menilai penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Beban di lapangan, kata dia, jangan sampai hanya dipikul oleh unsur tertentu, sementara kekuatan personel yang sudah diterjunkan belum dimaksimalkan.

“Tim gabungan sedang berjibaku menghadapi api, asap dan bara. Kalau sudah turun ke lokasi karhutla, mari sama-sama turun tangan dan bekerja sesuai tugas masing-masing. Kehadiran personel harus benar-benar menambah kekuatan, bukan sekadar menambah barisan saat apel,” ujarnya.

Di tengah kritik tersebut, Muridi memberikan apresiasi kepada TNI, Polri, BPBD, Damkar, tim pemadam PSMTI, Pemadam Padupai, masyarakat serta seluruh unsur yang selama ini berjibaku menangani karhutla di sejumlah wilayah Inhil.

Menurutnya, perjuangan petugas tidak ringan. Sejumlah personel bahkan harus bertahan hingga malam dan bermalam di lapangan untuk memastikan api maupun bara tidak kembali menyala.

“Mereka menghadapi panas, asap dan bara. Ada yang jauh dari keluarga dan bermalam di lapangan. Bagi saya, mereka adalah pahlawan kemanusiaan. Pengorbanan mereka harus kita hargai,” katanya.

Muridi mengatakan kritik yang disampaikannya bukan untuk mengecilkan Satpol PP. Ia berharap kekuatan personel Satpol PP dapat dimaksimalkan untuk membantu penanganan karhutla sesuai kewenangan dan kebutuhan di lapangan melalui koordinasi pemerintah daerah.

“Karhutla bukan pekerjaan satu atau dua instansi. Ini persoalan bersama. Jangan ada yang merasa istimewa sementara pihak lain terus berkeringat di tengah asap dan bara. Kalau sudah menjadi bagian dari tim, mari bekerja bersama sesuai tugas dan kewenangan,” tegas Muridi.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Inhil memperjelas pembagian tugas setiap unsur yang diterjunkan sehingga personel di lapangan memiliki peran konkret dalam penanganan karhutla.

Dikonfirmasi terkait kritik tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Inhil Ahmad Husairi, S.Sos., M.M., merespons positif masukan yang disampaikan.

Ahmad mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi untuk membentuk tim Satpol PP yang secara khusus ikut dalam penanganan karhutla.

“Segera kami koordinasikan untuk membentuk tim karhutla Satpol PP. Terima kasih atas saran dan masukannya. Mohon support kami,” kata Ahmad.

Respons tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk memperkuat keterlibatan Satpol PP dalam penanganan karhutla bersama unsur lainnya di Kabupaten Inhil.(Tim)

LAINNYA