Musim Kemarau dan Ancaman Bahaya Karhutla, Siswa Serdik Sespimen Polri Berikan Bantuan Air Bersih Hingga Tanam Pohon

waktu baca 4 menit
Senin, 14 Sep 2026 14:06 10 Amat Jaya

INHU|KX- Musim kemarau tak hanya menghadirkan cuaca panas dan berkurangnya ketersediaan air. Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebutuhan air bersih masyarakat juga menjadi perhatian, terutama bagi warga yang berada di wilayah terdampak.

Kondisi tersebut menjadi perhatian para peserta didik (Serdik) Sespimmen Polri Angkatan 67 Pokjar VI yang melaksanakan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di wilayah hukum Polres Indragiri Hulu Polda Riau, Senin (14/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 10 Serdik Sespimmen Pokjar VI bersama Paping pendamping hadir lengkap dan turun langsung ke tengah masyarakat Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat.

Kegiatan tidak hanya berorientasi pada penanganan dampak karhutla, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendorong pemulihan lingkungan pascakebakaran.

Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Ariandy Putra, SH, SIK, M.Si melalui Kasi Humas Aiptu Misran, SH mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan Serdik Sespimmen Angkatan 67 Pokjar VI merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak karhutla.

“Selain membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap kondisi lingkungan akibat karhutla. Penanaman pohon di lahan bekas terbakar diharapkan dapat menjadi langkah awal pemulihan lingkungan,” ujar Aiptu Misran.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah penyaluran air bersih kepada masyarakat terdampak karhutla. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga di tengah kondisi musim kemarau.

Tidak berhenti pada distribusi air, Serdik juga menyerahkan tandon air kepada masyarakat Kelurahan Sekip Hilir. Sarana tersebut diharapkan dapat digunakan untuk menampung air sehingga ketersediaan air bagi masyarakat dapat lebih terjaga.

“Penyerahan tandon air ini diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal, khususnya untuk mendukung ketersediaan air bersih,” jelasnya.

Menariknya, kepedulian Serdik tidak hanya menyasar kebutuhan masyarakat saat ini. Mereka juga membawa pesan penting tentang masa depan lingkungan dengan memberikan bibit pohon dan melakukan penanaman pada lahan bekas karhutla.

Penanaman tersebut menjadi simbol bahwa setelah api padam, perhatian terhadap lingkungan tidak boleh berhenti. Lahan yang sebelumnya terdampak kebakaran perlu dipulihkan dan dijaga bersama agar kembali memiliki fungsi ekologis.

Masyarakat juga diberikan paket vitamin dan masker. Selain membantu menjaga kesehatan warga, Serdik turut membagikan flyer berisi edukasi pencegahan karhutla.

Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, sekaligus mendorong keterlibatan aktif warga dalam menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal maupun lahan yang mereka kelola.

“Pesan yang ingin disampaikan adalah pencegahan karhutla membutuhkan partisipasi semua pihak. Masyarakat memiliki peran penting untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian kebakaran,” terang Aiptu Misran.

Kegiatan KKP ini sekaligus memperlihatkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Dalam situasi tertentu, Polri juga hadir melalui kegiatan sosial, edukasi, kepedulian kesehatan, hingga dukungan terhadap pemulihan lingkungan.

Serdik Sespimmen Angkatan 67 Pokjar VI yang terdiri dari Roland Olaf Ferdinan, SH, SIK, M.Si, Hendrie Suryo Liquisasono, SH, SIK, MAP, Dr. Ardi Purboyo, SH, SIK, MM, Betty Purwanti, SIK, Aulia Rahmad, SIK, MH, Hary Kartono, SIK, Alexander Putra, SH, SIK, Alfiando Papona, SIK, Rio Maurice Prakarsa Banjarnahor, SH, SIK, MH, dan Mustafa Bugis, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bersama Paping Kombes Pol Junoto, SIK, MH dan Kombes Pol Galih Indragiri, SIK.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa menghadapi ancaman karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api ketika kebakaran terjadi. Pencegahan, kesiapsiagaan, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, serta pemulihan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak karhutla.

Kegiatan pemberian air bersih, tandon air, bibit pohon, penanaman pohon, paket vitamin dan masker, serta edukasi pencegahan karhutla tersebut berlangsung aman, tertib dan lancar.

Ke depan, pemantauan terhadap kondisi masyarakat terdampak akan terus dilakukan. Sosialisasi pencegahan karhutla juga akan ditingkatkan, termasuk mendorong masyarakat merawat tandon air serta bibit dan pohon yang telah ditanam di lahan bekas karhutla.

Dengan kolaborasi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat, upaya menghadapi musim kemarau serta mencegah karhutla diharapkan dapat dilakukan lebih dini dan berkelanjutan. Sebab, menjaga lingkungan dari ancaman api bukan hanya tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.

LAINNYA