M. Ridwan dan Nurhayati Resmi Pimpin PC PMII dan KOPRI Inhil Periode 2026–2027

waktu baca 2 menit
Senin, 19 Okt 2026 04:59 33 Muhammad

 

TEMBILAHAN — Kuantanxpress.id – Estafet kepemimpinan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memasuki babak baru. M. Ridwan memimpin PC PMII Inhil, sementara Nurhayati memimpin KOPRI PC PMII Inhil periode 2026–2027.

Momentum tersebut berlangsung dalam rangkaian Konferensi Cabang (Konfercab) IV PMII Inhil di Aula Hotel Inhil Pertama, Tembilahan, minggu (18/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Meneguhkan Estafet Pergerakan, Menguatkan Kaderisasi, Bersinergi Membangun Inhil” dan dirangkai dengan seminar kebangsaan bertema “Mainstreaming Moderasi Beragama dalam Dinamika Kebangsaan sebagai Upaya Memperkuat Kamtibmas di Indragiri Hilir”.

M. Ridwan membawa visi menjadikan PC PMII Inhil sebagai rumah kaderisasi yang mengedepankan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam mengawal kemajuan daerah.

Visi tersebut berfokus pada tiga agenda utama, yakni memperkuat kaderisasi, membumikan nilai-nilai Aswaja, dan mengawal kemajuan daerah. Upaya ini mencakup penguatan komisariat dan rayon, pelaksanaan kaderisasi yang terukur, kajian keislaman, serta pengawalan kebijakan pemerintah secara kritis dan solutif berbasis data dan analisis sosial.

PMII juga diharapkan berperan dalam mengawal persoalan masyarakat, termasuk stabilitas ekonomi dan kesejahteraan petani kelapa yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Inhil.

Sementara itu, Nurhayati membawa visi menjadikan KOPRI PMII Inhil sebagai rumah gerakan perempuan yang kritis, mandiri, progresif, dan berdaya.

Visi tersebut diperkuat melalui lima misi, yaitu penguatan kaderisasi perempuan, pemberdayaan potensi dan kemandirian kader, penguatan gerakan KOPRI di tengah masyarakat, perluasan kolaborasi dan solidaritas perempuan, serta advokasi isu perempuan, pendidikan, dan kemanusiaan.

Melalui semangat “Berilmu, Bergerak, Berdaya”, KOPRI diharapkan mampu melahirkan kader perempuan yang berintegritas, mandiri, dan berkontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan sosial.

Pergantian kepemimpinan ini menjadi amanah untuk memperkuat kaderisasi, menghidupkan gerakan intelektual, dan membangun organisasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Estafet pergerakan harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kontribusi bagi kemajuan daerah.

LAINNYA