Pegawai dan Dharma Wanita Rutan Padang Panjang Iuran Bantu Korban Banjir dan Galodo Malalo

waktu baca 2 menit
Minggu, 7 Des 2025 12:21 10 Admin

Pegawai dan Dharma Wanita Rutan Padang Panjang Iuran Bantu Korban Banjir dan Galodo Malalo

Padang Panjang (Sumbar), Kuantan Xpress — Dalam upaya membantu memenuhi kebutuhan para pengungsi korban banjir dan galodo di wilayah Malalo dan sekitarnya, pegawai serta Dharma Wanita Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang menyalurkan berbagai bantuan kebutuhan pokok pada Sabtu (6/12/2025).

Bantuan disalurkan ke posko pengungsian di Nagari Batu Taba dan sejumlah titik pengungsi lainnya. Adapun bantuan yang diberikan meliputi 10 buah kasur lantai, 200 porsi lauk pauk (cancang daging), makanan ringan, pakaian layak pakai, serta celana training.

Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Rutan Padang Panjang, Torkis Freddy Siregar, bersama Ketua Dharma Wanita Rutan Padang Panjang, Angelina Torkis, serta jajaran pegawai dan anggota Dharma Wanita. Bantuan tersebut diterima oleh Wali Nagari Batu Taba, Destriyanto, S.Sos.NL.P, beserta para relawan di posko bantuan Tanjung Mutiara, Batu Taba.

Dalam kesempatan tersebut, Torkis menyampaikan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan merupakan donasi dari pegawai, ibu-ibu Dharma Wanita, serta dukungan dari Koperasi Rutan.

“Kita berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi para pengungsi dalam memenuhi kebutuhan mereka selama berada di tempat pengungsian,” ujar Torkis.

Sementara itu, Wali Nagari Batu Taba, Destriyanto, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian yang diberikan oleh jajaran Rutan Padang Panjang.

“Kami, atas nama seluruh korban dan pengungsi, mengucapkan terima kasih kepada pegawai dan Dharma Wanita Rutan Padang Panjang atas bantuan ini. Saat ini, di Tanjung Mutiara terdapat sekitar 300 pengungsi. Sebagian rumah warga hanyut, dan sebagian lainnya berada di wilayah rawan bencana,” jelasnya.

Selain menyalurkan bantuan di Tanjung Mutiara, Kepala Rutan dan rombongan juga mengantarkan logistik ke wilayah Nagari Baiang, Tanah Datar, menggunakan boat melintasi Danau Singkarak dengan waktu tempuh sekitar dua jam.

“Kami menyaksikan langsung kondisi daerah yang terdampak banjir dan galodo. Kami sangat prihatin dan berharap bencana ini segera berakhir,” tutur Torkis.

(Charles Nasution)

LAINNYA