
Kuantanxpress.id – SUNGAI BATANG – Pendampingan Polri ke petani terus berlanjut. Aiptu Rudi J, Kanit Binmas Polsek Sungai Batang turun langsung mengecek perkembangan tanaman jagung milik warga di wilayah Kelurahan Benteng. Kegiatan ini bagian dari dukungan Polri terhadap ketahanan pangan.
Pengecekan dilakukan ke lahan jagung yang mulai memasuki fase pertumbuhan. Aiptu Rudi J meninjau kondisi batang, daun, serta kebersihan gulma di sekitar tanaman. Ia berdialog dengan petani untuk mendengar kendala yang dihadapi di lapangan.
Hasil pantauan, tanaman jagung tumbuh cukup baik. Namun beberapa titik ditemukan serangan hama ulat grayak. Aiptu Rudi J segera memberikan edukasi cara pengendalian hama terpadu agar tidak menyebar ke lahan lain. “Hama harus cepat ditangani. Kalau telat, hasil panen bisa turun drastis,” jelasnya.
Selain hama, petani juga menyampaikan kendala pupuk dan cuaca. Aiptu Rudi J mencatat semua masukan warga. Ia berjanji akan koordinasi dengan penyuluh pertanian dan instansi terkait agar petani Benteng mendapat pendampingan yang lebih optimal.
Kehadiran Kanit Binmas di tengah kebun disambut positif petani. Warga merasa didampingi dan lebih semangat merawat tanaman. Kebersamaan ini mempererat hubungan polisi dengan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas Kamtibmas di wilayah pertanian.
Aiptu Rudi J menegaskan jagung adalah komoditas strategis untuk pangan dan pakan. Jika perawatan dilakukan benar, hasil panen bisa melimpah dan jadi sumber ekonomi warga Benteng. “Lahan jagung ini harapan baru untuk lumbung pangan desa,” katanya.
Kegiatan ini sejalan dengan Program Asta Cita Presiden RI dalam mewujudkan swasembada pangan. Polsek Sungai Batang berkomitmen mendampingi petani mulai tanam, rawat, sampai panen agar produksi jagung lokal terus meningkat.
Polsek Sungai Batang memastikan Bhabinkamtibmas dan Kanit Binmas akan rutin turun ke kebun jagung. Dengan monitoring langsung, diharapkan petani tidak berjuang sendiri. Dari Kelurahan Benteng, langkah kecil ini diharapkan berkontribusi besar untuk ketahanan pangan nasional.