
Kuantanxpress.id – Indragiri Hilir – 1 – Mei – 2026 – Nasib para pekerja di PT Inhil Sarimas Kelapa kini berada di ujung tanduk setelah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang hingga saat ini belum menemukan titik temu. Permasalahan utama terletak pada belum adanya kejelasan terkait pembayaran hak karyawan, termasuk gaji yang tertunggak dan pesangon.
Sejumlah pekerja mengaku telah berulang kali melakukan upaya komunikasi dengan pihak perusahaan, namun belum mendapatkan kepastian yang memadai. Kondisi ini membuat para pekerja dan keluarga mereka mengalami tekanan ekonomi yang cukup berat.
“Kami hanya menuntut hak kami sebagai pekerja. Gaji yang belum dibayarkan dan pesangon yang seharusnya kami terima sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ungkap salah satu perwakilan karyawan yang tidak mau menyebutkan namanya.
Situasi ini semakin memprihatinkan karena terjadi bertepatan dengan peringatan Hari Buruh. Momentum yang seharusnya menjadi simbol penghargaan terhadap perjuangan pekerja justru diwarnai dengan ketidakpastian dan kekhawatiran.
Para pekerja berharap adanya perhatian dan campur tangan dari pemerintah, khususnya Presiden Republik Indonesia, agar persoalan ini segera mendapatkan solusi yang adil.
“Di Hari Buruh ini, kami memohon kepada Bapak Presiden untuk membantu kami. Nasib kami dan keluarga sangat bergantung pada kejelasan hak-hak ini,” tambah pekerja lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen perusahaan terkait penyelesaian masalah tersebut. Para pekerja berharap adanya langkah konkret dalam waktu dekat agar masa depan mereka tidak semakin terpuruk.